Tuesday, February 4, 2020

Pagi ini si bungsu yang berusia lima tahun bangun langsung menangis. Ketika ditanya mengapa, rupanya dia melihat surat yang dia buat untuk Tuhan masih tergolek di sebelah tempat tidurnya. Memang semalam jelang tidur dia bersemangat dan dengan mata yang berbinar-binar mengatakan bahwa dia akan kirim surat untuk Tuhan, “Allah will love it!” katanya. Ibunya ngga ngeh bahwa yang dia inginkan surat itu tidak ada keesokan harinya, tanda bahwa Tuhan sudah mengambil surat itu. Saya peluk si kecil yang masih menangis sambil berkata bahwa Allah sudah membaca suratnya. Dia masih geleng-geleng kepala sambil berkata, “But why God didn’t take it?” Saya berdalih karena Tuhan ingin Rumi menyimpannya. Rupanya alasan itu kurang masuk akal buatnya. Akhirnya saya coba alihkan kesedihannya dengan menonton film kartun dan saat perhatiannya teralihkan, diam-diam saya ambil surat itu dan menyimpannya di tempat yang tersembunyi. Tak lama kemudian dia berteriak, “Mama! God finally took the letter!”

No comments:

Post a Comment