Tidak sedikit pasangan suami istri yang telah menikah lama di perjalanan merasa hubungannya menjadi hambar dan tidak merasakan ada ketertarikan antara satu sama lain, bahwa kebersamaan sehari-hari hanya sebatas rutinitas yang harus dilakukan. Kemudian ketika banyak kekecewaan dan ketidakbahagiaan ditumpuk dan tidak dikomunikasikan, mereka akan pada satu titik ketika suatu kesimpulan klasik ditarik "aku tidak bahagia lagi dalam pernikahan ini" atau "kami sudah tidak sejalan lagi" atau "tidak ada lagi kecocokan di antara kami".
Apakah benar demikian?
Pada beberapa kasus hubungan antara pasangan bisa jadi memang demikian parah sedemikian rupa sehingga sulit untuk dipertahankan dan keputusan berpisah adalah sesuatu yang terbaik pada titik itu, namun pada kebanyakan kasus banyak pasangan yang bisa dikeluarkan dari titik jenuh dalam rumah tangga ketika komunikasi mulai dibuka dan pemahaman akan adanya perbedaan cara dan memproses antara suami (laki-laki) dan istri (perempuan) bisa mengakibatkan sedemikian banyak miskomunikasi yang berkontribusi pada timbulkan kekesalan dan kekecewaan di kedua belah pihak.
Sebelum memutuskan diagnosa "cerai" dalam pernikahan Anda, cobalah untuk melihat kepada pasangan Anda lebih dalam dan meraih kembali rasa cinta yang pernah dimiliki bersama, untuk melakukan hal ini dibutuhkan waktu dan tenaga khusus. Sebuah investasi yang sangat patut untuk disediakan, apalagi jika pasangan tersebut telah dikaruniai anak sebagai buah cinta antara mereka berdua. So, how about giving your marriage another chance?
No comments:
Post a Comment