Hubungan yang terjalin antara dua pasangan yang serasi selaiknya tidak melelahkan dan tentu tidak menjadikan salah satu atau keduanya merasa berat dan frustasi menjalankannya. Namun pada kenyataannya berinteraksi dengan pasangan yang berbeda jenis kelamin, kebiasaan, latar belakang dan cara dibesarkan itu memang kerap memancing gesekan satu sama lain. Hal yang pertama harus dicamkan adalah sikapilah itu sebagai hal yang wajar, perbedaan itu pasti, bahkan dua bayi kembar identik yang dibesarkan di rahim ibu yang sama pun akan memiliki perbedaan apalagi Anda dengan sang pasangan yang dibesarkan di dua dunia yang berbeda, perbedaan pasti ada. Jadi masalahnya bukan pada adanya perbedaan akan tetapi lebih kepada bagaimana kita menyikapi perbedaan yang ada.
Jurus yang tepat yang telah dipraktekkan oleh John Gray ketika ia menerapkan metode ini kepada lebih dari 25.000 orang yang kemudian membuahkan hasil yang positif adalah ketika masing-masing mengerti mekanisme yang terjadi, memahami pola komunikasi dan cara ekspresi yang berbeda dari masing-masing individu maka orang itu akan menjadi lebih terbuka hatinya dan pengertian sehingga akan lebih mudah memaafkan, dan buah dari memaafkan adalah dengan merasakan kembali manisnya cinta dan kasih yang ada di dalam masing-masing hati pasangan itu.
Jadi kuncinya adalah membuka diri untuk mencoba lebih mengerti sang pasangan, mengerti mengapa ia mengatakan apa yang ia telah katakan, mengerti mengapa ia berperilaku seperti itu dan cara yang terbaik untuk mengerti adalah dengan membuka komunikasi yang baik dan menjadi pendengar yang penuh perhatian. Tentu ini tidak mudah apalagi bagi pasangan yang jarang mengemukakan perasaannya yang terdalam, namun jangan menyerah, semua hal yang baik perlu waktu dan proses dalam melakukannya. Just keep trying ! ;)
No comments:
Post a Comment